antologi.dunia: Dialog

Selasa, 21 Mei 2013

Dialog



"Saya menjadikan sekian-sekian tanah dan bangunan ini sebagai wakaf."

"Untuk siapa tuan?"

"Untuk emak saya, ayah saya, embah saya serta suaminya, begitu juga dengan kedua ibu bapa kepada emak saya, paman saya, adik-beradik saya, ibu saudara saya, saudara-mara saya, dan sekalian sobat saya."

"Begitu banyak tuan?"

"Saya tak tahu sama ada saya akan ke sorga, tapi saya tak mahu saya menjadi punca orang-orang yang saya sayang dan kasih dituntun ke neraka."

"Tuan harus bersangka baik kepada Allah. Sesungguhnya Dia menurut persangkaan hamba-hamba-Nya."

"Sebegitulah tuan, saya harap dengan keredhaan Allah mereka yang akan jadi pemimpin saya ke sorga. Saya tahu, kerinduan dan bahagia tidak kekal di dunia. Dan sebab itu, saya berdoa sungguh-sungguh kepada Allah, syurga itu penyambung kami."

"Kasih sayang dan kemurahan Allah itu lebih besar daripada kemurkaan-Nya."

"Selaku hamba yang tak berupaya, saya tak lekang daripada rasa takut dan bimbang kerana dosa-dosa saya. Saya... hanya mampu memohon kepada Dia."

"Percayalah, Tuhan itu tidak pernah meminggir hamba-hamba-Nya yang meminta. Berdoalah tanpa putus asa, Dia tahu apa yang cukup baik untuk hamba-Nya."

"Ya, Allah tak pernah menyisih hamba yang berharap kepada-Nya."



Tiada ulasan: