Sabtu, 23 Mac 2013

Pulang ke Rumah



Saya pulang tiga hari lepas. Malam hampir menjengah pertengahan, dan kala itu saya meredah pulang dalam kesunyian dan gelap gelita. Orang lain - teman-teman - tak tahu saya pulang. Saya pulang dalam diam. Saya rungsing ketika itu, dilakur sekali dengan perasaan pilu. Orang lain - teman-teman - tak akan mengerti apa yang saya rasa. Mereka tak pernah merasa. Rasa malu yang lalu menyiat-nyiat hati. Mereka asyikin dengan tubuh sendiri, dan tubuh saya adalah satu dalam sejuta. Parut yang berlubang kecil bila ditaruh dengan paksa akan membesar dengan penuh luka. Itu sebab saya pulang - harus pulang. Pulang dalam senyap. Seperti malam yang berlalu dengan senyap. Saya menghilang dalam kesenyapan itu.

Harapan saya meninggi, bersipongan dalam fikir, yang rumah tempat damai di perosok hutan itu ada ubat untuk luka saya.

Rumah, saya pulang ke sana. Senyap diri. Tak siapa yang tahu.

Rumah, tempat hati-hati orang tak kisah apa luka saya - mereka tak pernah meminggir.



4 ulasan:

Pika pongpong berkata...

Balik rumah memng tak pernah mengecewakan.

Moga dapat apa yang di cari di rumah dan moga kekuatan itu di bawa balik ke UTP untuk meneruskan tanggungjawab dan impian yang ada.



Titisan Hujan berkata...

rumah itu syurgamu...
moga ketemu damai itu

Jamal Ali berkata...

@Pika pongpong

Betul, betul, betul. ^_^

Jamal Ali berkata...

@Titisan Hujan

Terima kasih atas doanya. InsyaAllah, Allah sentiasa memberi damai kepada kita.